Salam Kampung
Dukung Kampung
Bangun Kampung

Wow, Topi Produk Kab. Bandung Tembus Pasar Amerika

Posted by Kampung UKM Digital Sentra Topi Rahayu Posted at 10 Jun 2016 15:07:47


8
0 2

Dengan modal ketekunan, semangat tinggi serta sifat kerendahan hatinya, produksi topi dengan brand Esduabelas (S12) miliknya bisa menembus hampir ke semua wilayah di Indonesia hingga luar negeri. Pria kelahiran Bandung, 16 September 1981 itu memang sudah sejak kecil mempunyai jiwa usaha yang diturunkan dari sang ayah. Tak heran, dirinya kini bisa menjalankan usahanya secara mandiri hingga banyak orang yang mengenal produk topi miliknya. "Saya sendiri meneruskan usaha ayah yang sudah dirintis sejak tahun 80'an. Cuma, bedanya ayah saya dulu hanya menerima pesanan-pesanan dari luar, tapi dikerjakan di orang lain dan belum punya pasar sendiri. Kalau saya pada 2007 memberanikan diri memasarkan sendiri dengan brand yang saya punya," tutur Asep saat berbincang santai dengan galamedianews di rumah produksi topi miliknya di Jln. Mahmud RT 02/RW 05 Kp. Kiaracondong, Desa Rahayu, Kec. Margaasih, Kab. Bandung. Ayah dari tiga anak itu, memang satu di antara ratusan perajin topi di sentra topi Desa Rahayu, yang sudah cukup dikenal banyak orang dari berbagai wilayah. Namun, berbeda dari perajin topi lainnya, Asep mampu melakukan terobosan-terobosan dan inovasi yang berbeda terhadap topi-topi yang diproduksinya. "Alhamdulillah untuk pasarnya berbagai kalangan, dari mulai topi anak sampai orang dewasa. Kita pun harus berani punya desain sendiri dan menciptakan inovasi yang beda. Contoh, misalnya sekarang sedang ramai desain topi apa, kita ikuti tapi ada tetap harus ada sentuhan berbedanya," ujarnya. Selama ini, penjualan topi-topi Esduabelas yang diproduksi Asep ini, sudah tersebar ke sejumlah wilayah di Indonesia. Bahkan, hingga menembus ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Australia dan California, Amerika Serikat. "Memang banyak yang cari topi kesini. Ada yang tahu dari website, ada juga dari mulut ke mulut. Selain itu dari pertemanan juga. Pintar-pintar kita menjalin neksi dengan orang lain," katanya. Pencapaian yang diraih Asep saat ini tidak semata-mata tanpa perjuangan. Dirinya pun pernah mengalami kegagalan bahkan pernah beberapa ditipu orang lain hingga merugi ratusan juta rupiah. Namun, semua itu tidak membuat semangatnya surut dan justru semakin terpacu untuk lebih baik. Meski pernah mengalami kegagalan, dirinya selalu yakin bahwa pintu rejeki akan selalu diberikan oleh Allah kepadanya. Itu pun dibarengi dengan kerja keras dan doa agar bisa mencapai yang dinginkan. "Dulu pernah sampai tertipu Rp 350 juta. Tapi saya tidak kapok dan tetap yakin saja kepada Allah. Intinya semangat untuk membangun usaha. Pas awal-awal itu sudah ada topi bekas usaha orang tua, tapi karena permintaan banyak dan bahan kuran, akhirnya saya pinjam ke bank dengan berbagai pertimbangan," ungkapnya. Nama Esduabelas sendiri, kata Asep, diambil dari singkatan nama anaknya, yakni Sahla. Sedangkan angka 12 adalah tanggal lahir Nabi Muhammad Saw pada 12 Robiul Awal tahun gajah. "Kenapa pakai 12, supaya berkah saja usahanya. Alhamdulillah sampai sekarang selalu diberikan rejeki oleh Allah," ucapnya. Saat ini, Asep mempunyai 15 orang staff, 35 kepala produksi dan 250 karyawan. Omzet dari usahanya itu dalam per bulan bisa mencapai Rp 2,5 miliar. Dan usahanya ini murni dijalani secara mandiri tanpa ada bantuan dari pemerintah, dari mulai pemasaran dan yang lainnya. Dalam mempekerjakan karyawannya, Asep memperlakukan mereka seperti rekan kerja, bukan sebagai bawahan. Kebanyakan, karyawannya itu adalah warga sekitar yang dirangkul agar bisa bekerja dan mempunya penghasilan sendiri. "Saya tidak mempermasalahkan karyawan saya lulusan mana, yang penting dia jujur, semangat dan mau kerja keras. Kebanyakan ada yang lulusan SD, SMP dan SMA. Yang paling tinggi itu ada satu orang lulusan D3. Yang lulusan sekolah kebanyakan ada yang tidak bisa dengan program komputer, diajari sama yang lulusan D3 jadi sedikit-sedikit dia bisa," tuturnya. Selama ini, Asep pun tidak pernah membatasi ruang gerak karyawannya. Meski bekerja dengannya, Asep tetap memperbolehkan karyawannya untuk membuka usaha sendiri. Yang terpenting, meski membuka usaha sendiri, ia menekankan agar karyawannya itu tetap bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Dengan menerapkan manajemen modern seperti itu, lebih memudahkannya untuk mengelola perusahaan. Bahkan, dirinya pun merasa bahagia ketika di antara karyawannya kini lebih sejahtera. Ada juga yang sudah bisa menunaikan ibadah naik haji, bisa membeli mobil dan rumah. Meski, ia tidak memungkiri dalam usahanya ini kerap kali ada kendala yang dihadapi. Seperti masalah bahasa saat menghadapi konsumen orang asing, mengingat keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai bahasa asing. Yang akhirnya ia harus membawa penerjemah. "Kalau kiat-kiat untuk pengusaha muda, tentunya harus punya keinginan yang besar, semangat dan harus bisa menciptakan karya dan jangan pernah takut gagal. Sekarang juga saya masih punya cita-cita, ingin punya toko khusus topi sendiri, soalnya belum ada yang gitu," tuturnya mengakhiri perbincangan siang itu.

Tulisan Asli : http://m.galamedianews.com/bandung-raya/84108/wow-topi-produk-kab-bandung-tembus-pasar-amerika.html 


Ada 1 Komentar

Kirim Komentar



Please wait...