Salam Kampung
Dukung Kampung
Bangun Kampung

Batik Komar, Berbasis Pendekatan Akademis

Posted by Kampung UKM Digital Batik Cigadung Posted at 9 Jun 2016 11:47:17


0
0 0

Motif batik di Indonesia sangat beragam berdasarkan asal daerahnya. Ada motif dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, sampai Papua. Pada kenyataannya memang motif asal Jawa yang mendominasi, seperti motif Solo, Pekalongan, Cirebonan dan banyak lagi.

Di Bandung pun banyak produsen batik yang membawa motif daerah asal senimannya, salah satunya Batik Komar yang dirintis sang seniman asal Cirebon, H. Komarudin Kudiya, S.IP, M.Ds dan istrinya, Hj. Nuryanti Widya di Bandung sejak tahun 1988.

Awalnya Batik Komar adalah 'Batik Cirebonan' atau motif batik Cirebon, namun seiring perkembangannya, kini desainnya berkolaborasi dengan kreasi baru.Sampai melahirkandesain batik yang unik, tematik, dan berjalan dengan up to date trend fashion, hingga menaikkan levelnya.

Strategi yang dijalankan Komar dalam memajukan usaha dan ikut melestarikan batik, yakni bekerjasamadengan Ketua Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Sendy D. Yusuf, ST, juga dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Yayasan Batik Indonesia, Jultin Ginanjar Kartasasmita sejak 2008. Mereka gencar memperkenalkan hulu-hilir batik ke seluruh penjuru angin. Selain rajin berpameran di dalam negeri juga ke berbagai negara.

“Ini untuk revitalisasi batik Indonesia. Saya basisnya batik Cirebonan, melalui YBJB harus juga mengembangkan batik nusantara, terutama bagi generasi muda, sedikitnya mengusung batik Jabar dan Indonesia,” begitu ujar Komar sambil berkeliling workshop dan showroom di Cigadung Raya Timur No. 1 Bandung.

Di sini, Komar bersama isterinya, Hj. Nuryanti Widya yang kerap mengelola showroom lainnya di Jalan Sumbawa No. 22 Bandung, mengelola berbagai pelatihan batik yang berbasis tulis maupun cetak (printing) secara paripurna. Artinya, pelatihan yang berbasis akademis pun ia layani, apalagi untuk kalangan muda yang punya pendekatan khas. “Anak-anak kanharus diperkenalkan membatik secara fun, disini tempatnya,” kata Nuryanti ikut memberikan tuturan.

Batik Komar memiliki pembeda dengan batik lainnya, hal yang menonjol pendekatan akademisnya. Contohnya, dokumentasi batik ala Komar yang sehari-hari menjabat Ketua Harian YBJB, mulai dari berbagai karyanya yang berpedoman sesuai HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). “Ini amanat bangsa, walaupun harus susah payah, harus dilakukan. Jangan sampai kekayaan intelektual kita nanti diklaim negara lain,” ungkap Komar.

Komar yang kondang dengan batik Trusmi atau Cirebonan. Kini batiknya sudah menjadi batik akademis yang fun bagi generasi muda. Komar bersama pecinta dan pegiat batik nasional semakin gencar mendidik SDM. “Ini yang paling sulit. Workshop saya di sini walaupun pendekatannya akademis, pada dasarnya membatik bisa dilakukan secara fun,” tutupnya.

Tulisan Asli : http://destinasianews.com/index.php/life-style/fashion-mode-gaya-hidup-life-style-destinasia/37-batik-komar-berbasis-pendekatan-akademis 


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar



Please wait...